Jakarta (ANTARA) – Desainer interior kini banyak mengadopsi konsep “vernacular” dalam arti menyesuaikan kebutuhan lokal, ketersediaan bahan bangunan, dan mencerminkan tradisi lokal.

Peran desainer interior tentunya ingin menampilkan karya unggulan dalam setiap rancangannya baik untuk bangunan publik, gedung khusus, maupun hunian pribadi.

“Publik percaya para desainer interior ini merupakan pelaku perubahan yang selalu membawa kecenderungan tren baru melalui gagasannya yang kreatif dan inovatif, sehingga banyak mempengaruhi pemilihan material, penggunaan tekstur bahan dan warna, serta teknologi pendukung,” kata Oktaviana Rombe dalam webinar membahas tren desain interior 2023 yang diselenggarakan Majalah Asrinesia dan Kenari Djaja di Jakarta, Kamis.

Oktaviana mengatakan banyak bangunan yang menjadi perhatian desainer interior untuk ditangani ruang-ruang dalamnya agar menghasilkan suasana yang memenuhi kebutuhan dan tuntutan fungsi, baik pada bangunan baru maupun bangunan lama (heritage) yang masih ingin mempertahankan keindahan masa lalu untuk kebutuhan baru.

Atmosfir interior pada bangunan sangat mudah menyesuaikan dengan perubahan, sehingga diperlukan peran keahlian desain interior dari lingkungan akademisi, institusi pendidikan, perusahaan konsultan dan industry produk interior, termasuk asosiasi profesi dalam menjaga keahlian desainer interior.

Oktaviana melihat Indonesia sangat kaya akan potensi materi dan produk tradisional untuk digunakan sebagai konten desain interior bergaya Vernakular Baru.

Kegiatan seminar virtual mengangkat tema “Vernakular Kini pada Desain Interior”, ditampilkan dan inspirasi pengalaman dari Desainer Interior Oktaviana Rombe dan Rubi Roesli dalam menciptakan dan mengolah interior ruang publik dan privat menghadapi tantangan desain Indonesia ke depan.

Sedangkan Desainer Rubi Roesli melalui karyanya menyampaikan misi agar desainer interior tidak boleh berhenti berinovasi dalam pekerjaan interior berbagai arsitektur bangunan yang selalu menuntut kekhasan masing-masing.

Dalam memenuhi tuntutan konsumen di era modern, penggunaan material dengan lokal konten yang bernilai seni dapat menjadi pilihan inovatif unik, mengingat pengguna atau penikmat ruangan gedung banyak juga yang tertarik pada keindahan material dari dalam negeri.

Hadir dalam webinar ini Direktur PT Kenari Djaja Prima Hendry Sjarifudin sekaligus mewakili Direktur Utama PT Kenari Djaja Prima, Hendra B Sjarifudin, Ketua HDII DKI Jakarta Ranu Scarvia dan Bambang Sutrisno dari IAI. Seminar virtual dipandu oleh Moderator Fabyani Nurhalim, mampu menghidupkan suasana diskusi daring dengan lebih dari 800 peserta yang terdiri dari profesional desain interior dan pencinta desain dari seluruh Indonesia baik melalui siaran langsung youtube Kenari Djaja dan aplikasi zoom meeting.

Penjelasan tren “Vernakular Kini” dari narasumber dan pengurus Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) mengacu pada pengalaman di berbagai proyek interior.

Desain dengan konsep ini tentunya sangat menarik dengan memanfaatkan lokal konten untuk berbagai jenis arsitektur bangunan di seluruh tanah air, bahkan sampai ke luar negeri.

Pewarta: Sambas
Editor : Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2023

SUMBER: https://banten.antaranews.com/berita/240969/desainer-interior-kini-banyak-mengadopsi-vernacular

Last modified: March 21, 2023