JIDF 2026 “QUINTESSENCE: Rooted Soul of Space” Hadirkan Esensi Desain Interior melalui Senses and Presence
Jakarta, 11 Oktober 2026
Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) DKI Jakarta kembali menggelar Jakarta Interior Design Festival (JIDF) untuk kelima kalinya pada 21–24 Oktober 2026 di Nirmana Falatehan, Jakarta Selatan. Festival ini menghadirkan pameran karya, diskusi panel Design Essence, design talks, workshop, curated flea market, dan design hackathon.
Mengusung tema “QUINTESSENCE: Rooted Soul of Space”, JIDF 2026 mengangkat pertanyaan: bagaimana desain interior berinovasi untuk menciptakan ruang yang terasa hidup dan bermakna? Lebih dari estetika visual dan teknik konstruksi, festival ini menempatkan panca indera dan kehadiran tubuh manusia (senses and presence) sebagai titik mula desain. Tema ini dibahas dari berbagai disiplin, mulai dari desain interior, desain grafis, desain produk dan mebel, arsitektur, hingga seni.
Pameran Karya
Sepanjang festival, JIDF 2026 menampilkan karya interior terbangun di Jakarta dan sekitarnya dalam kategori Residential, Hospitality, F&B and Retail, Office & Commercial, Transport & Institutional, Healthcare, serta Karya Mahasiswa Perguruan Tinggi Jakarta. Pameran juga menghadirkan instalasi dan curated display yang dapat dialami langsung oleh pengunjung.
Design Essence
Design Essence adalah rangkaian diskusi panel utama JIDF 2026.
– Design Essence 1 – Artisan: Crafting the Touch
Kamis, 22 Oktober, 12.30–14.30.
Membahas peran kriya dan keterampilan tangan dalam menghadirkan pengalaman ruang lewat sentuhan, mulai dari material, tekstur, hingga proses pembuatan yang memberi jiwa pada sebuah karya.
Bersama Mohamad Taufaniari (Roa Handwoven), Theresya Tan (Lanadaya), dan William K. Patty (Hadiprana).
– Design Essence 2 – Heritage: Preserving the Roots
Kamis, 22 Oktober, 19.00–21.00.
Membahas cara merawat akar sejarah dan nilai budaya dalam ruang, baik melalui pelestarian bangunan heritage maupun penerjemahan warisan budaya ke dalam desain masa kini.
Bersama Thomas Elliott (PAI Design), Dr. Katherine Suteja (The Hermitage Hotel Book), dan Nadia Purwesti (Tenaga Ahli Bangunan Heritage).
– Design Essence 3 – Hospitality: Nourishing the Space
Jumat, 23 Oktober, 19.00–21.00.
Membahas desain ruang hospitality yang tidak hanya melayani, tetapi juga “menutrisi” penggunanya, yaitu ruang yang menghadirkan rasa nyaman, hangat, dan memulihkan melalui pengalaman inderawi.
Bersama Fauzia Evanindya (FFFAAARRR), Helen Agustine (HA Studio), dan Hans Susantio (VIN.DA.TE).
– Design Essence 4 – Hospitality: The Arts of Being Remembered
Sabtu, 24 Oktober, 16.00–18.00.
Membahas cara ruang hospitality menciptakan pengalaman yang membekas di ingatan tamu, lewat perpaduan cahaya, atmosfer, dan cerita yang membuat sebuah tempat layak dikenang.
Bersama Sabine Beck (HBA Singapore), Ming Zhou (Enviro Tec Indonesia), dan Douglas James (HBA).
Program Lainnya
– Opening Ceremony (Rabu, 21 Oktober, 14.00–16.00) diisi peluncuran JIDF Archive Book dan Designer’s Mind Project.
– Design Talks:
o Colour Journey bersama Jotun dan Ariya Sradha (TWA Studio), Kamis, 22 Oktober, 15.00–17.00.
– Spatial Installation Design
Di JIDF 2026, tema QUINTESSENCE tidak hanya dibicarakan, tetapi juga bisa dialami langsung. Lewat program Spatial Installation, desainer interior menghadirkan ruang yang mengajak pengunjung masuk, merasakan, dan berinteraksi, bukan sekadar melihat dari jauh. Setiap instalasi menafsirkan senses and presence dengan caranya sendiri, menghidupkan ruang melalui cahaya, material, warna, dan pengalaman tubuh. Tahun ini, dua instalasi hadir sebagai bagian dari festival. Proses di balik keduanya akan dibahas langsung oleh para perancangnya dalam sesi Design Talks Spatial Installation Design pada Jumat, 23 Oktober, pukul 16.00–18.00.
– Echo of Thought – Christine, Metaphor Studio × Jotun
Setiap gagasan besar bermula dari satu pemikiran kecil yang tumbuh begitu dibagikan. Gagasan inilah yang diolah Christine dari Metaphor Studio lewat Echo of Thought, sebuah instalasi spasial yang menjadi forum untuk berdialog. Seperti gema yang tak pernah kembali dalam bentuk yang sama, ia menerjemahkan perjalanan sebuah ide ke dalam hamparan silinder setara dengan ketinggian berbeda. Setiap bentuk mewakili satu pemikiran, dan bersama-sama membentuk lanskap kolektif dari banyak suara. Berkolaborasi dengan Jotun, palet warna instalasi ini dirancang untuk menghidupkan ritme naik-turun sang gema di dalam ruang.
– The Pause – Rosie, CNS Designworks × BDA
Di tengah riuhnya festival, Rosie dari CNS Designworks justru mengajak pengunjung melambat. Lewat The Pause, hasil kolaborasi dengan BDA, ia menghadirkan ruang lengkung bercahaya hangat dengan tekstur lembut dan suasana akustik yang tenang. Ruang ini terasa seperti tempat untuk dihuni, bukan booth untuk sekadar dilewati. Pengunjung diajak menuliskan momen pribadi di selembar kartu pos, lalu menyimpannya sebagai kenangan atau menyematkannya di dinding kolektif yang terus bertumbuh selama festival. Bagi yang ingin larut lebih dalam, tersedia sesi sound healing terpandu di ruang dalam yang lebih intim.
– Workshop:
o SketchUp with AI, Rabu, 21 Oktober, 19.00–21.00.
o Belajar Rasa & Healing Sounds bersama Deece Dewayani, Kamis, 22 Oktober, 10.00–12.00.
o Art Therapy with Heritage Sketch bersama Febe Liana dan Suha Hoedi, Sabtu, 24 Oktober, 12.00–14.00.
– Curated Flea Market by HDII Jakarta, bersama Flea Love Market, dibuka Rabu, 21 Oktober pukul 16.00 dan berlangsung hingga Jumat, 23 Oktober. Rangkaian ini ditutup dengan Heritage Auction pada Jumat, 23 Oktober, pukul 13.30–15.00.
– Design Hackathon. Mahasiswa desain interior dari berbagai universitas di Jakarta merancang instalasi bertema Senses & Presence sejak hari pembukaan. Final berlangsung Sabtu, 24 Oktober, pukul 19.00–21.00, dengan juri Christin Castillo (HBA Jakarta), Christine (Metaphor), dan Francis Surjaseputra, lalu penutupan.
JIDF 2026 merupakan agenda tahunan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta bersama HDII Jakarta, dengan dukungan Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Selatan. Festival ini melibatkan desainer profesional, pelaku industri, dan mahasiswa dari Universitas Esa Unggul, Universitas Bina Nusantara, Institut Kesenian Jakarta, Universitas Tarumanagara, Universitas Mercu Buana, STD LaSalle, Universitas Trisakti, STD Interstudy, Universitas Gunadarma, dan Universitas Indonesia.
“JIDF lahir sebagai wadah bagi desainer interior untuk menjaga keberlangsungan profesi dan terus bertransformasi menghadapi tantangan zaman. Kami percaya festival ini dapat menjadi katalis peningkatan standar desain interior di Jakarta, melahirkan talenta berkualitas, dan menjadikan Jakarta kota dengan desainer lokal berdaya saing global,” ujar Ariya Sradha, Ketua HDII Jakarta.
JIDF 2026 terselenggara berkat dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Selatan, HDII Nasional, HDII Jakarta, mitra-mitra sponsor dan media partner, rekan-rekan desainer interior, perguruan tinggi desain interior di Jakarta, serta rekan-rekan komunitas desain, arsitek, dan seni Jakarta. HDII Jakarta menyampaikan terima kasih atas kolaborasi dan kontribusi semua pihak yang telah mewujudkan festival ini.
Semoga Jakarta Interior Desain Festival ke-5 2026 dapat menjadi sumber semangat Jakarta Kota Global Berjuta Pesona.
Ariya Sradha, HDII
Ketua HDII Jakarta
Informasi lebih lanjut:
Instagram: @jakartainteriordesignfestival


